Distribusi Air Zam-zam

Mendistribusikan air Zamzam kepada 2 juta peziarah di Makkah bukanlah tugas yang mudah. Hal ini dilakukan oleh lembaga yang dibentuk untuk menyediakan air bagi peziarah di hotel mereka setiap hari.

Abdul Jaleel Zamzami, kepala United Zamzam Office, mengatakan kepada Arab News bahwa mereka akan mendistribusikan 3 juta botol, atau 14 juta liter air, kepada peziarah selama mereka tinggal di Makkah. “Kami memiliki armada kendaraan untuk mengirimkan air Zamzam ke hotel para peziarah di 10 pusat layanan, dua di antaranya telah didedikasikan untuk peziarah di pintu masuk Makkah dari sisi Jeddah dan Madinah,” katanya.

Pemerintah memberikan bantuan finansial dan teknis untuk memungkinkan United Zamzam Office menyediakan air untuk setiap peziarah, kata penulis sejarah Saad Al-Shreef. Bulan lalu, Proyek Raja Abdullah bin Abdul Aziz untuk Zamzam Water memasok Masjid Agung dengan 21.229 meter kubik air, dan Masjid Nabawi dengan 11.229 meter kubik. Lebih dari 169.870 penerima manfaat dilayani di pusat distribusi utama di Kaddi dengan 1,35 juta botol air Zamzam.

Pelatihan untuk memastikan keamanan pangan di kalangan peziarah

The Institute of the Custodian of the Two Holy Mosques for Hajj and Umrah Research di Universitas Umm Al-Qura menyelenggarakan serangkaian program pelatihan untuk memastikan keamanan pangan di antara 360.000 peziarah dari negara-negara Arab. Kursus ini diselenggarakan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan, dan Otoritas Makanan dan Obat-obatan Saudi (SFDA). Termasuk iantaranya program untuk makanan yang aman, perlindungan makanan dari polusi, peraturan keamanan pangan dan kebersihan di tempat makanan.

Bassam Mishat, seorang wakil dari institut tersebut, mengatakan bahwa pelatihan tersebut mencerminkan konsep tanggung jawab sosial selama musim haji dan umrah, ditujukan kepada mereka yang mengawasi keamanan pangan di kamp-kamp peziarah.

Mohammed Khugair, Direktur Health Supervision Department at the Ministry of Environment, Water and Agriculture, mengatakan bahwa inisiatif tersebut bersamaan dengan kampanye untuk mengurangi kontaminan makanan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberi para peserta pengalaman ilmiah dan praktis, dan membiasakan mereka dengan undang-undang yang berkaitan dengan makanan dan pemeriksaan dapur, tambahnya.

Mutawaf Abbas bin Abdul Ghani Qattan, Pimpinan dari Board of Directors of the National Establishment for Pilgrims of Arab Countries, mengatakan kerja sama antara organisasinya dan sektor pemerintah terkait sangat penting untuk mengkonsolidasikan prinsip-prinsip sistem keamanan pangan.

— With input from Rodolfo C. Estimo Jr.

(sumber : http://www.arabnews.com/node/1145501/saudi-arabia)